Masa cinta diSma
Haloo nama gw Dhina febrianna, gw sekolah disekolahan yang terbilang favovit di jakarta pusat yaitu Sma Negeri 100,kalian pasti udh tau lah yah, kalo gak tau searching aja di google hahhaha
Owhhh iya gw mau kenalin keluarga gw
Ayah gw bernama Turiyanto, Ibu gw bernama
Yatimah, dan gw punya adik 2,ibnu alif, akbar, dan Atika
Gw jga punya sahabat tapi dari smp dan sekarang masih kontak-kontakan, namanya gak usah disebutin ya nanti geer wkwkwk
Iyahh.. Gw sebutinn serli anggraini(ijah),nadirah(p.solokan),
Hafidah(p.got),April(yayu),dan satu lagii tmn sebangku gw Jenny(juminten).itu yang gw tanda kurungin nama panggilan dia-dia pada ketika smp
Pertama gw masuk sekolah,
Hari itu gw benar-benar terlambat dan gw harus gerak cepat sedangkan gw orangnya gak bisa cepat(maklumlah),setelah gw rapi-rapi gw segera berangkat.
Setelah sampai sekolahan,gerbang sudah ditutup gw merasa cemas, ya gmna ya orang gw telat ketika baru masuk sekolah sma, tiba-tiba sda seseorang datang menghampiri gw,
Orang itu bernama Bryan Aliansyah,gw gak tau kaya gimana tapi gw denger-denger tuh dia orangnya bandel, rusuh, tapi soalnya mata pelajaran dia pintar apalagi dia jago main futsal.
Banyak yang ngedekitin dia mulai dari teman sekelas dan kakak kelas pastinya.
Gw: aduh telat nihh
Bryan: yaelahh baru sehari telat(nyindir)
Gw : kalo gw telat, nanti gw ketinggalan mata
Pelajaran
Bryan: nyantai aja sihh, ambis banget si lo(alis
Nya diangkat satu)
Gw :(dengan muka BT) yaudahlah yah gw ini,
(tiba-tiba mata gw tertuju ke muka dia)
Itu muka lo kenapa pada biru?(tanya ke dia
Bryan:(hanya diam saja)
Gw : sini gw obatin
Bryan:gak usah
Gw: nanti bisa lama kalo gak diobatin(sambil
Mengeluarkan obat dan kain kecil)
Bryan: makSih
Setelah itu Kita berdua akhirnya tidak boleh mengikuti pelajaran,gw merasa sedih karna tak bisa masuk sekolah, di satu sisi lagi gw senang karna ada bryan walaupun gw belum terlalu kenal
Setelah.. Itu dia ngajakin gw kesuatu tempat
Bryan: lo pen ikut gw ke taman atau apalah itu
Gw :hah(gw binggung, tiba-tiba dia ngajakin gw)
Bryan: gak usah kaget, lo mau gak?
Gw : hmmm...
Bryan: lo mau nyanyi lagu nisa sabyan(ketawa
Kecil)
Gw : ih apaan sih lo, garing tau(cemberut),
Ywudah gw mau
Bryan : uuusiap
Pada hari itu mungkin sengaja atau tidak itu beneran hal yang paling mengemaskan, bayangin saja gw jalan sama cowok yang baru gw kenal dari orang-orang, kalo saja ada alat kebahagian yang bisa menghitung mungkin gw adalah orang yang paling senang ketika itu, dia selalu membuat gw ketawa dalam hal sekecil apapun
1 bulan kemudian.....
Bertepatan ketika ulang tahun sekolah, jadi sekolah mengadakan lomba untuk siswanya, dan pastinya yg di banggakan adalah free class(hahahah),banyak siswa yang mengikutsertakan dalam lomba, acara begitu meriah, owh ya btw yang soal bryan dia selalu buat ketawa kok walaupun itu sederhana bisa dibayangkan kita pdkt selama 1 bulan, yaa gitu deh pdkt nya,mungkin kalo gak ada dia hidup gw kurang seru, karna setiap kita bertemu, dia selalu banyak topik pembicaraan yang membuat kita makin akrab, tiba-tiba seseorang lewat ternyata iti bryan
Bryan: heyy calon pacarku(sambil senyum)
Gw : apaan sih lo,receh banget dah lo
Bryan: gw pengen nggomong sama lo(serius)
Gw: nggomongin apaan? (tatapan binggung)
Bryan: Rahasia negara
Gw : serah lo deh(kesel)
Bryan: ywudah ikut gw sekarang(sambil
Menarik tangan gw)
Gw: ihh mau kmnaa
Bryan : udeh bawel ikut aja
Setelah sampai tempat tujuan,diainta gw buat nutup mata, dalam hitungan 1 2 3,disuruh buka
Gw: udah blom
Bryan : oke 1 2 3
Ternyata dia menyatakan cintanya,dia membuat itu semua tersusun rapi, gw merasa orang yang sangat spesial pada saat itu, gw gak tau harus berkata apa, yang jelas gw nangis karna senang
Tapi gw takutnya semua ini akan berakhir
Gw: gw takut yan(sambil nangis karna senang)
Bryan: takut kenapa? (binggung)
Gw : takunya lo pudar rasa sayang lo ke gw
Terus juga gw takutnya lo bosan, terus lo
Kenapa milih gw, gw gak cantik, hits apa
Lagi, trs lo kenapa bisa suka ama gw?
Bryan: kalo ada alat yang bisa mengukur rasa
Cinta gw ke elu mungkin lo kaget, rasa
Bosan disuatu hubungan itu pasti ada,
Kita yang harus mengatasi hubungan
Yang bosan itu, menurut gw lo manis,
Gw nyari teman hidup yang bisa buat gw
Tersenyum bahagia seperti ini, karna
Gw cinta sama lo, kalo boleh jujur ini
Adalah pertama kali nya gw nyatain
Perasaan gw ke cewe, lo mau jadi teman
Hidup gw?
Gw: (gak bisa berkata-kata hanya bisa menangis
Karna bahagia) iya..
Bryan:(sambil mengusap air mata gw) iya.. Apa?
Gw : (ketawa kecil) ya.. Gituhh
Bryan : hahaha
Akhirnya gw dan dia jadian dan bertepatan pada ulang tahun sekolah,gw sih cewe cupu yang grogi ketika bersama cowok dan gak nyaman, akhirnya gw bisa dan gak mau pisah dengan cowo ini(mungkin ini terlalu lebay), tapi entah kenapa gw bisa jatuh cinta ke si cowo bandel, rusuh, jail, bahkan hits,
Tapi itulah cerita gw, terimakasih sahabat,kawan-kawan, dan para pembaca, receh banget ya tapi bawa enjoy aja ya
Rabu, 12 September 2018
Senin, 06 Agustus 2018
Semangat mendukung atlet asean 2018
"Sejak Indonesia resmi ditetapkan sebagai Tuan Rumah Asian Games 2018, Kita telah mencanangkan untuk sukses sebagai penyelenggara sekaligus sukses prestasi olahraga. Komitmen ini secara serius telah kita berikan sejak awal dengan mengawal prestasi atlet yang akan bertanding, oleh karena itu semangat #AyoIndonesia ini adalah bentuk dukungan yang ingin kita berikan kepada atlet’’ ucap Menpora didepan wartawan, ratusan pegiat media sosial yang ikut hadir di Padepokan Silat yang tampil dengan wajah baru pasca renovasi untuk menghadapi gelaran Asian Games 2018.
Di depan forum, Menpora Imam Nahrawi juga menjelaskan secara singkat tentang sejumlah perbedaan Asian Games dengan SEA Games yang selama ini masih sering keliru dipahami oleh masyarakat.
“Antara SEA GAMES dan ASIAN GAMES, selain perbedaan dalam hal negara pesertanya, sejumlah perbedaan lain, diantaranya terkait penentuan cabang olahraga yang dipertandingkan yang diatur sesuai dengan Sea Games Federation Chapter and Rules atau jumlah cabang olahraga yang wajib dan minimum dipertandingkan, namun Tuan Rumah memiliki kewenangan penuh untuk menambah dan atau mengurangi cabang-cabang olahraga dan nomor pertandingan tertentu yang diperhitungkan dapat menguntungkan pihak tuan rumah. Sementara hal yang berbeda dengan Asian Games, dimana ada cabang-cabang olahraga yang wajib dipertandingkan berbasis Olimpiade dan Non Olimpiade, sedangkan usulan tuan rumah sangat terbatas jumlahnya dan itupun harus persetujuan OCA (Olympic Council of Asia- Dewan Olahraga Asia),’’ jelas Menpora.
Dalam sejarah keikutsertaan Indonesia di Asian Games sejak tahun 1952, Prestasi terbaik ditorehkan Indonesia pada saat Asian Games 1962, saat menjadi tuan rumah. Sementara pada Asian Games 2014 terakhir di Incheon, Indonesia menempati peringkat ke 17 dengan 4 medali emas. Pada Asian Games 2018 nanti saat Indonesia kembali menjadi tuan rumah dan mempertandingkan 40 cabang olahraga, Indonesia diharapkan mampu masuk dalam peringkat 10 besar.
“Kami ingin publik juga mengetahui konteksnya dengan benar bahwa dengan memberikan gambaran realistis tentang kemungkinan prestasi yang diperkirakan akan diraih. Pertanyaan publik tentu muncul, jika jadi tuan rumah, kenapa tidak sekaligus target juara umum? Siapapun berharap bahwa Indonesia bisa menjadi juara umum, seperti halnya saat Indonesia menjadi penyelenggara SEA Games tahun 2011 di Palembang. Tetapi tentu saja konteks SEA Games dan Asian Games tidak dapat disamakan. Jika melihat dari peta persaingan berdasarkan Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan dan kekuatan negara-negara yang ada saat ini, untuk meraih 10 besar itu kita MINIMAL harus meraih 16-20 medali emas,” paparnya.
Sejumlah cabang olaharaya yang diharapkan akan menjadi cabang-cabang yang mampu memberikan medali emas kepada kontingen Indonesia antara lain, Paralayang, Dayung, Jetski, Bulutangkis, Wushu, Bridge, Angkat Besi, Pencak Silat, Panjat Tebing, dan Taekwondo.
“Kita punya juara-juara dunia yang saat ini menempati peringkat satu dunia seperti di cabang olahraga Bulutangkis, Jetski, Paralayang, Wushu, Pencak Silat dan Panjat Tebing. Kita berharap konsistensi para atlet kita untuk mempersembahkan prestasi yang terbaik, dan meraih medali sesuai dengan yang kita harapkan,”harapnya lagi.
4 sukses yang dicanangkan oleh Pemerintah dalam penyelenggaraan Asian Games 2018, yaitu, Sukses Penyelenggaraan, Sukses Prestasi, Sukses Administrasi dan Sukses Pemberdayaan Ekonomi. Sebagai penanggungjawab yang mengawal prestasi olahraga, Menpora juga juga menjelaskan secra singkat megenai langkah-langkah strategis yang telah dilakukan oleh Kemenpora sejauh ini.
“Saya berkunjung secara intensif ke hampir seluruh lokasi pelatnas dengan tujuan untuk bisa berinteraksi langsung dengan para atlet dan pelatih, mengetahui persoalan yang dihadapi dan yang paling penting memberikan support dan motivasi pada mereka. Dukungan dari supporter saat menjadi tuan rumah pasti juga menjadi motivasi tersendiri.oleh karena itu dukungan yang kita berikan hari ini sangat berarti bagi atlet untuk mengeluarkan kemampua terbaiknya di Asian Games 2018. Saya berpegang teguh bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha. Kerja keras atlet kita pasti akan terbayar lunas di Asian Games 2018 nanti, insya Allah. #AYOINDONESIA,” serunya mengulang kembali seruan yang diberikan untuk mendukung atlet Indonesia di Asian Games 2018 nanti.
Senin, 30 Juli 2018
Mengapa masuk
SMAN 68
Pertama saya masuk sini saya merasa senang karna sekolahannya besar, banyak peminatnya, bersih lingkungannya, sekolahannya unggulan. Muridnya pintar -pintar, disini juga saya ingin merubah karakter saya menjadi lebih baik lagi, alat transportasinya juga mudah, dan disini banyak murid yang berprestasi dibidang akademik dan non akademik
SMAN 68
Pertama saya masuk sini saya merasa senang karna sekolahannya besar, banyak peminatnya, bersih lingkungannya, sekolahannya unggulan. Muridnya pintar -pintar, disini juga saya ingin merubah karakter saya menjadi lebih baik lagi, alat transportasinya juga mudah, dan disini banyak murid yang berprestasi dibidang akademik dan non akademik
Rabu, 25 Juli 2018
AhmadYani
AHMAD YANI
Ahmad Yani was born in Jenar, Purworejo, Central Java on June 19, 1922. His family, Wongsoredjo family, worked for a sugar factory.
In 1927, Yani moved with his family moved to Batavia. Yani worked his way through primary and secondary education there. In 1940, Yani left high school to undergo compulsory military service in the army of the Dutch East Indies colonial government. He studied military topography in Malang, East Java. Unfortunately, his education was interrupted by the arrival of the invading japanese in 1942.
In 1943, he joined Peta (Defenders of the Motherland) army. He underwent further training in Magelang. After completing this training, Yani enlisted himself to be trained as Peta platoon commander. Then, he was moved to Bogor, West Java to get his training. Upon completion, he was sent back to Magelang as an instructor.
In the early hours of October 1, 1965, he was kidnapped by people who came to his house. They killed him, his body was taken to Lubang Buaya and was hidden in a disused well. His body was recovered on October 4. He was given a state funeral the following day before being burried at Kalibata Hero’s Cemetery. On the same day, he was oficially declared the hero of the revolution.
Today, many roads were named after him and his former house at jalan Latuharhary no. 6, Menteng, Jakarta becomes a museum.
In 1927, Yani moved with his family moved to Batavia. Yani worked his way through primary and secondary education there. In 1940, Yani left high school to undergo compulsory military service in the army of the Dutch East Indies colonial government. He studied military topography in Malang, East Java. Unfortunately, his education was interrupted by the arrival of the invading japanese in 1942.
In 1943, he joined Peta (Defenders of the Motherland) army. He underwent further training in Magelang. After completing this training, Yani enlisted himself to be trained as Peta platoon commander. Then, he was moved to Bogor, West Java to get his training. Upon completion, he was sent back to Magelang as an instructor.
In the early hours of October 1, 1965, he was kidnapped by people who came to his house. They killed him, his body was taken to Lubang Buaya and was hidden in a disused well. His body was recovered on October 4. He was given a state funeral the following day before being burried at Kalibata Hero’s Cemetery. On the same day, he was oficially declared the hero of the revolution.
Today, many roads were named after him and his former house at jalan Latuharhary no. 6, Menteng, Jakarta becomes a museum.
Langganan:
Postingan (Atom)
DEFINISI DAN PENGERTIAN LDKS Latihan dasar kepemipinan siswa atau LDKS adalah sebuah bentuk kegiatan yang bertolak ukur kepada peningkata...
-
Mengapa masuk SMAN 68 Pertama saya masuk sini saya merasa senang karna sekolahannya besar,...
-
Masa cinta diSma Haloo nama gw Dhina febrianna, gw sekolah disekolahan yang terbilang favovit di jakarta pusat yaitu Sma Negeri 100,kalian...
-
AHMAD YANI Ahmad Yani was born in Jenar, Purworejo, Central Java on June 19, 1922. His family, Wongsoredj...